[Tekan Tombol Ctrl + D Di Keyboard Anda Untuk Simpan/ Bookmark Alamat Website Ini Di Internet Browser Anda]
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
duniarumah duniarumah

Noda membandel pada kamar mandi

Kerak biasanya terdapat di pojok kamar mandi atau disudut pertemuan antara dinding dan lantai.
Ada cara mudah untuk membersihkannya. Ambil abu gosok dan sikat lantai,juga sikat gigi bekas.Taburkan abu gosok pada bagian yang berkerak dan sikat hingga keraknya mengelupas
Untuk bagian yang tidakterjangakau oleh nsikat lantai anda bisa gunakan sikat gigi bekas. Selain kerak terangkat lantaipun tidak licin

Keramik bersih berkat belimbing wuluh

walaupun keramik kelihatan indah saat dipasang,tetapi sebagai bidang pijakan lambat laun akan berubah kusam.
Apalagi jika terkena noda.Selain kusam,tidak enak dipandang.

agar keramik kembali seperti semula :

1. ambil belimbing wuluh yg masam
2. gosoklah bagian dalam belimbing wuluh diatas permukaan keramik yg terkena noda
3. diamkan selama 10 menit,kemudian sikat dengan menggunakan sikat biasa atau sikat gigi
4. lap dengan kain basah hingga lantai bersih kembali

Lantai kayu terkena noda krayon

mempunyai anak kecil yg hobi menggambar seringkali membuat orang tua kewalahan. tak jarang seluruh benda dijadikan media gambar,tak terkecuali lantai parket

untuk menghilangkan sisa coretan krayon pada lantai berbahan kayu ikuti cara berikut:

1. ambil sedikit mayones,oleskan pada permukaan kayu tersebut lalu diamkan selama 10 menit
2. ambil lap lembut,gosok perlahan-lahan.
3. jika bekas crayon sudah hilang,bersihkan sekali lagi dengan lap bersih

Cegah lantai parket tergores

walaupun terbilang mahal,lantai parket atau lantai kayu sangat digemari masyarakat.selain memberikan kesan nyaman,lantai parket lebih cantik dan elegan
Namun,perawatannya tidak sembarangan atau tidak sama dengan lantai jenis lainnya.
Debu atau kotoran yang menempel pada kain pel yg basah dapat menggores lantai parket.

1. oleh karena itu,sebaiknya dibersihkan dengan penyedot debu.
2. kemudian dilap dengan kain flanel kering agar debu terangkat.

Agar Lantai Tidak Poping

Anda merasa terganggu dengan pecahnya lantai di rumah Anda? Selain membahayakan juga mengesalkan.

Kasus kerusakan tegel keramik pada lantai bangunan beton bertulang yang terjadi antara satu atau dua tahun setelah berdirinya bangunan sangat sering dijumpai di Indonesia. Kerusakan itu ditandai oleh terangkat atau terlepasnya tegel dari lantai beton (popping up), yang berarti tidak bekerjanya lagi fungsi perekat dari mortar yang berada di antara tegel keramik dan pelat beton.

Penelitian ini mempelajari penyebab terjadinya kerusakan tersebut dan berusaha untuk menemukan teknik yang efisien dan ekonomis untuk menghindarinya. Hipotesa yang dikemukakan mengenai penyebab kerusakan pada tegel keramik adalah adanya perubahan dimensional atau deformasi yang tidak seragam antara mortar sebagai bahan perekat, tegel keramik sendiri, dan pelat lantai beton sehingga terjadi kekangan terhadap deformasi tersebut yang mengakibatkan timbulnya tegangan dan kemudian keretakan terutama pada mortar yang deformasinya paling tertahan.

Deformasi ini dapat terjadi akibat susut dan pengembangan terutama pada mortar, atau lendutan akibat beban. Pencegahan kerusakan dapat dilakukan dengan cara memberi lapisan pasir di antara mortar dan pelat beton bertulang sehingga mengurangi sejauh mungkin kekangan terhadap deformasi yang terjadi pada mortar. Teknik ini diterapkan di gedung Labtek VII dan Labtek VIII di Institut Teknologi Bandung yang pembangunannya di biayai oleh dana pinjaman OECF IP434 pada tahun 1996. Dengan teknik tersebut ternyata bahwa lantai keramik tetap berada dalam kondisi yang baik, tanpa kerusakan, 4 tahun setelah pemasangan.

Awas, Lantai Berbahan PVC Tingkatkan Risiko Autis

Jakarta Perhatian bagi Anda para orang tua. Sebuah penelitian mengejutkan membuktikan bahwa lantai berbahan PVC dapat meningkatkan risiko anak terkena autis.

PVC atau Vinyl merupakan bahan yang telah dikenal sejak dulu. Biasanya PVC digunakan untuk alat-alat rumah tangga seperti pipa hingga bahan dasar lantai. Namun peneliti asal Swedia, Denmark serta Amerika Serikat menemukan sesuatu yang berbeda.


Dikutip dari Independent, Selasa (14/4/2009) para peneliti tersebut bermaksud menemukan penyebab penyakit autis pada anak-anak. Di Inggris, jumlah anak yang menderita autis sudah mencapai 200 ribu. Oleh karena itu, para peneliti merasa perlu mengetahui penyebab gangguan tersebut.


Selain faktor genetik, para peneliti juga menganggap autis dapat disebabkan oleh faktor eksternal, misalnya racun dari polusi.


Dari penelitian itu terbukti bahwa lantai vinyl yang biasa dipakai di rumah-rumah sangat berbahaya. Dalam lantai tersebut bisa terjadi endapan debu yang mengandung phthalates.


Phthalates merupakan bahan kimia yang dapat membuat plastik menjadi lembut dan fleksibel dan telah digunakan selama bertahun-tahun. Di beberapa negara maju, pemakaian bahan kimia ini sudah dilarang karena efeknya yang buruk bagi kesehatan.


Yang berbahaya, debu yang mengandung Phthalates itu bisa tersedot melalui saluran pernapasan. Debu tadi akan berpengaruh pada kandungan di ibu hamil. Dan kebanyakan, mereka kemudian melahirkan anak yang menderita autis.


Phthalates tak hanya ada di lantai PVC, beberapa barang seperti mainan anak, kosmetik, kemasan makanan, farmasi dan perangkat, serta produk pembersih rumah dan bangunan juga mengandung zat kimia berbahaya tersebut. Ayo lebih hati-hati memilih produk rumah tangga Anda!

sumber
Amelia Ayu Kinanti - detikhot

(kee/kee)

ads duniarumah

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action